Contoh surat dan bagian-bagiannya

Contoh Surat Perintah
Contoh surat dan bagian-bagiannya - Ada beberapa contoh surat diantaranya Contoh Surat Perintah, Contoh Surat Edaran, Contoh Surat Pengumuman, Contoh Surat Perjanjian, Memo, Diposisi dan lain-lain .
Berikut ini adalah contoh surat dan bagian- bagiannya.

1. Kop ( kepala ) Surat
2. Nomor Surat
3. Tempat dan tanggal pembuatan surat (titimangsa)
4. Alamat yang dituju
5. Salam Pembuka
6. Paragraf Pembuka
7. Isi
8. Penutup
9. Salam Penutup
10. Tanda tangan dan nama pembuat surat
11. Tembusan




1) ................................................................................................................................................
    .................................................................................................................................................

  --------------------------------------------------------------------------------------------------------------
                                                                                                              3) ............ , ...................
2) .............  :  ..................
    .............  :  ..................
    .............  :  ..................


4) ..............................
    ....................................
    ........................................

5) ................................
          6)........................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
...........................................................................................................................
          7)........................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
...........................................................................................................................
          8)........................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
...........................................................................................................................

                                                                                                                   9)..............................


                                                                                                                  10).............................
                                                                                                                           .........................

11) ..............................
      ..............................

Ragam Bahasa Baku dan Tidak Baku

Ragam Bahasa Baku dan Tidak Baku
Ragam Bahasa Baku dan Tidak Baku - Ragam bahasa baku adalah ragam bahasa yang sesuai dengan aturan atau kaidah bahasa Indonesia dalam hal ejaan yang si sempurnakan (EYD), di gunakan pada forum-forum resmi.
Sedangkan Ragam bahasa tidak baku yaitu ragam yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

Ciri-Ciri Kata baku

1. Tidak di pengaruhi bahasa daerah.
2. Tidak di pengaruhi bahasa bahasa asing.
3. Bukan rerupakan ragam percakapan.
4. Pemakaian imbuhan secara eksplisit
5. Pemakaian kata yang sesuai dengan konteks kalimat

6. Tidak rancu ( tidak terkontaminasi ),
7. Tidak mengandung pleonasme,
8. Tidak mengandung Hiperkorek,

Contoh :


No  Ciri-ciri kata baku     Ragam Baku (Benar)     Ragam Tidak Baku (Salah)  
1 Tidak di pengaruhi bahasa daerah  - saya
 - ibu
 - bertemu
 - gue
 - nyokap
 - ketemu
2 Tidak di pengaruhi bahasa bahasa
 asing
 - kesempatan lain
 - kantor tempat
 - lain kesempatan
 - kantor di mana
3 Bukan rerupakan ragam percakapan - dengan
 - memberi
 - sama
 - kasih
4 Pemakaian imbuhan secara eksplisit - ayah bekerja keras
 - ia menendang musuhnya 
 - ayah kerja keras
 - ia tendang musuhnya
5 Pemakaian kata yang sesuai dengan
 konteks kalimat
 - suka akan
 - desebabkan oleh
 - suka dengan
 - disebabkan karena
6 Tidak rancu ( tidak terkontaminasi ) - berkali-kali
 - mengesampingkan
 - berulangkali
 - mengenyampingkan
7 Tidak mengandung pleonasme - para tamu
 - hadirin
 - para tamu-tamu
 - para hadirin
8 Tidak mengandung Hiperkorek - insaf
 - sah
 - syukur
 - berkali-kali
 - Surga
 - Pihak
 - mengesampingkan
 - anggota
 - teladan
 - sentosa
 - Saraf
 - Disahkan
 - asas
 - hak asasi
 - batin
 - hadir
 - pasal
 - ijazah

 - insyaf
 - syah
 - sukur
 - berulang kali
 - Syurga
 - Fihak
 - mengenyampingkan
 - anggauta
 - tauladan
 - sentausa
 - Syaraf
 - Disyahkan
 - azas
 - hak azazi
 - bathin
 - hadlir
 - fatsal
 - izazah, ijasah



Sekian artikel tentang Ragam Bahasa Baku dan Tidak Baku semoga artikel ini bermanfaat.
untuk menambah perbendaharaan kata tentang kata baku dan tidak baku bisa anda lihat di kamus besar kata baku dan tidak baku.

Kamus besar kata baku dan tidak baku

KARANGAN

KARANGAN

KARANGAN
Langkah-langkah dalm menyusun karangan adalah:
(1) menentukan topik karangan
(2) mentukan tema
(3) membuat kerangka karangan
(4) Mengumpulkan bahan
(5) mengembangkan kerangka karangan

Jenis-jenis karangan:
1. Karangan narasi adalah Karangan yang isinya berupa rangkaian peristiwa yang berlangsung pada waktu tertentu. Karangan narasi biasanya berupa:
laporan perjalanan, kisah biografi, atau autobiografi. Narasi imajinatif contohnya: cerpen, novel, atau cerita bersambung.

2. Karangan deskripsi ialah karangan yang berisi gambaran suatu objek sebagai hasil pengamatan penulisannya dan dijelaskan secara objektif agar pembaca dapat merasakan citraan terhadap objek sebagaimana penulisanya. Contoh karangan deskripsi, yaitu deskripsi tempat, deskripsi orang, dan deskripsi suasana.

3. Karangan eksposisi ialah karangan yang memaparkan serta menjelaskan tentang suatu hal. Tujuannya agar pembaca bertambah wawasan dan pengetahuan. Contoh tulisan eksposisi, yaitu tulisan tentang cara merawat wajah, langkah-langkah membaca efektif.

4. Karangan argumentasi ialah tulisna atau karangan yang berisi pendapat pengarang mengenai suatu hal dengan disertai berbagai alasan serta bukti-bukti pendukung yang masuk akal. Contoh jenis karangan argumentasi ialah tajuk rencana, artikel, karangan ilmiah, dan sebagaian.

5. Karangan persuasif ialah karangan yang isinya mengajak, membujuk,menghimbau, atau memengaruhi pembaca agar melakukan tindakan sesuai dengan yang diharapkan penulisan.Jenis karangan persuasif dapat dilihat pada tulisan yang bersifat progpaganda, Iklan, dan sebagainya.

APRESIASI PUISI

 APRESIASI PUISI


 APRESIASI PUISI
  • Apa yang dimaksud dengan puisi ? Puisi adalah salah satu jenis hasil karya sastra yang penyajiannya sangat mengtamakan kegayaan kata (E.Kosasih, 2001: 172)
  • Apa perbedaan antara unsur intrinsik dengan unsur ektrinsik? Unsur yang membentuk puisi dari dalam, yaitu tema, amanat, simbolis, musikalitas, diksi, dan gaya bahasa. Sedangkan unsur ektrinsik adalah unsur yang membentuk puisi dari luar, yaitu latar belakang penciptanya, status sosial, ekonomi, agama, budaya dsb.


Unsur intrinsik puisi, antara lain:
1. Tema
    Tema juga merupakan gagasan pokok yang diungkap dalam sebuah puisi. Tema puisi bisa berupa perjuangan, percintaan, lingkungan hidup dsb.
2. Rasa atau perasaan
    Rasa adalah ungkapan atau ekspresi penyair yang dituangkan ke dalam puisinya. Rasa atau perasaan yang ada pada puisi dapat berupa rasa indah, senang, bahagia, sedih.
3. Nada
    Nada adalah sikap atau keinginan penyair terhadap pembaca.
Nada puisi bisa memberikan nasihat, menyindir, mengkritik, atau mengejek pembaca.
4. Amanat
    Amanat adalah pesan yang disampaikan pengarang pada pembaca.




Unsur ekstrinsik puisi terdiri dari:
  1. Biografi penyair
  2. Zaman ketika puisi itu dibuat
  3. Kehebatan pembaca puisi

Jadi, untuk menilai keindahan suatu puisi dapat dilihat dari kepandaian pengarang memadukan unsur-unsur di atas.

Rima atau persamaan bunyi dapat dibagi :
Berdasarkan bunyinya, rima dapat dibedakan :
  1. Rima sempurna, seluruh suku akhir bunyinya sama. Misalnya : mati –Jati , dahulu – malu
  2. Rima asonansi, vokal dalam setiap suku kata sama. Misalnya: Kurang – bulan, benam – menang
  3. Aliterasi, persamaan pada bunyi konsonan pada awal kata. Misalnya Kuda kami kemari
  4. Disonansi, konsonan yang membentuk kata sama, sedangkan bunyi vokalnya bertentangan.Misalnya: Jinjing – junjung, bolak – balik.
  5. Rima mutlak, yaitu seluruh bunyi kata-kata sama. Misalnya:Lihatlah burung merpati itu Kemana terbangnya setinggi itu
  6. Rima tak sempurna, yaitu hanya sebagia konkonan dan vokal pada suku akhir yang sama.


Berdasrkan letaknya dalam bait, rima dapat dibedakan :
1. Rima silang, a b a b
2. Rima berpeluk, a b b a
3. Rima Terus atau rima rangkai, a a a a
4. Rima pasangan, a a b b
5. Rima putus, a a a b

Proposal

 PROPOSAL


Proposal
  • Apa yang dimaksud dengan proposal? Proposal atau usul kegiatan adalah tulisan yang isinya berupa rencana yang dituangkan dalam bentuk rencana kerja.
  • Bagaimana isi susunan proposal itu? Isi susunan proposal
  1. Kata pengantar, isinya menerangkan tentang dasar pemikiran yang melandasi diadakannya kegiatan, antara lain puji syukur, latar belakang kegiatan tersebut diselenggarakan.
  2. Pendahuluan, biasanya berisi: Latar belakang masalah, landasan pemikiran, tujuan, jenis kegitan
  3. Isi proposal, biasanya diisi dengan rencana kerja, lokasi, susunan organisasi, dana yang dianggarkan (rincian biaya, dari mana dana itu, untuk apa dana itu digunakan. Harapan yang diinginkan (minta bantuan/krditan/persetujuan).
  4. Penutup, berisi kesimpulan, saran.
  5. Lampiran. (lampiran biasanya dapat berupa hasil perhitungan, gambar, poto dsb)


Skema susunan isi proposal
Cover atau jilid
Daptar isi
Kata pengantar
Bab 1 PENDAHULUAN
       1.1 Latar Belakang Masalah
       1.2 Tujuan

Bab 2 RENCANA KEGIATAN
       1.1 Rencana Kegiatan
       1.2 Lokasi
       1.3 Susunan Organisasi/Kepanitiaan
       1.4 Rincian Biaya
       1.5 Jadwal Pelaksanaan

Bab 3 PENUTUP
       1.1 Kesimpulan
       1.2. Saran

Lampiran-lampiran

LAPORAN

Pengertian Laporan

Laporan adalah cara kominikasi di mana penulisan menyampaikan ineormasi kepada seseorang atau suatu badan atas tanggung jawab tugas yang dibebankan kepadanya.

Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan ketika kalian menyusun laporan kegiatan.
1) Judul laporan
Setiap laporan harus diberi judul agar orang tahu arah laporannya. Judul sesuai dengan kegiatan yang akan dilaporkan.

2) Pendahuluan
Pendahuluan sebuah laporan biasanya berisi tujuan diadakannya kegiatan.

3) Isi Laporan
Uraikan segala fakta yang kalian temukan. Isi laporan merupakan uraian dari judul laporan.
a. Susunan Panitia
b. Pelaksanaan Kegiatan
c. Hasil yang dicapai

4) Penutup
Penutup laporan berisi saran-saran, harapan-harapan, atau kesimpulan dari laporan.

Kerangka Laporan Sederhana disusun sebagai berikut:
Cover atau jilid
Daptar isi
Kata pengantaran
A. Pendahuluan
B. Isi Laporan :
    1. Tujuan
    2. Alasan
    3. Hasil
C. Kesimpulan dan Saran

Istilah-istilah dalam pembuatan karya ilmiah atau laporan:
Kutipan = adalah pinjaman kalimat atau ucapan seorang fakar.

Catatan kaki = adalah keterangan-keterangan atas teks karangan yang ditempatkan pada kaki ditempatkan pada kaki halaman sebuah buku/karya ilmiah.

Bibliografi atau daftar pustaka = adalah daftar yang berisi judul-judul buku yang dijadikan reperensi atau acuan sebuah buku atau karya ilmiah.

Et al = singkatan dari kata latin et alin artinya dan lain-lain.

BIOGRAFI

Biografi adalah buku yang menceritakan riwayat hidup seseorang, yang ditulis oleh orang lain.

Otobiografi adalah buku yang menceritakan riwayat hidup seseorang, yang ditulis oleh dirinya sendiri.

Orang yang biasa ditulis biografinya adalah dia seorang tokoh, baik tokoh politik, artis, ilmuwan dsb. Yang jelas dia telah berjasa dalam suatu hal.

Contoh Biografi:
ANTON M, MOELIONO Lahir di Bandung, 21 Februari 1929. Tahun 1956, ia mendapatkan gelar sarjana bahasa dari Fakultas Sastra (FS) Universitas Indonesia (UI). Jakarta. Tahun 1965, ia memeroleh gelar Master of Arts in Generasi Linguistic, dari Cormel University, Amerika serikat. Tahun 1981, ia memperoleh gelar Doktor ilmu Sastra Bidang Linguistik dari FS UI jakarta.

RESENSI

RESENSI

Pengertian Resensi adalah pertimbangan dan penilaian tentang kelebihan dan kekurangan sebuah hasil karya, baikberupa novel, buku atau film.

Contoh Resensi:
Kumpulan cerpen “My Valentine” secara tidak langsung membuat ketertarikan ingin membasa Yang paling mempengaruhi itu adalah judulnya, yang sudah familiyar dengan remaja-remaja. Banyak orang yang salah memprediksikan isi buku ini, karena mereka melihat dari judulnya, mudah di mengerti walaupun ada sebagian kata yang memakai bahasa arab dan madura tetapi di akhir cerita di berikan keterangannya.

Membuat Simpulan

Pengertian simpulan adalah uraian padat yang berisi intisari dari informasi sumbernya. Kesimpulan dapat diuraikan:

1. Secara deduktif yaitu penjelasan dari hal umum ke hal khusus
Contoh simpulan deduktif:
Penggunaan internet di kalangan remaja mempunyai dampak positif dan negatif. Dampak posiifnya adalah berbagai informasi yang sifatnya memperluas wawasan, dapat diakses para remaja di luar jam sekolah. Dampak negatifnya adalah informasi tentang pornografi, kekerasan, resialisme, perjudian, serta berita-berita menyesatkan sangat mudah diakses oleh mereka.

2. Secara induktif yaitu dari hal khusus ke hal bersifat umum.
Contoh simpulan indikutif:
Daari internet, para remaja begitu mudah mengakses informasi tentang pornografi, kekerasan, rasialisme, perjudian, serta berita-berita menyesatkan. Namun di samping itu, mereka juga dapat mendapatkan informasi yang dapat menambah wawasan di luar jam sekolah. Penggunaan internet di kalangna remaja memeng mempunyai dampak positif dan negatif.